December 26, 2017

Museum Angkut!




Perjalanan Dinas adalah sebuah kata keramat yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar pegawai seperti saya ini. Apalagi kalau tujuannya keluar kota, dengan segera saya akan menggunakan jrus kesempatan dalam kesempitan. Perjalan dinas biasanya memakan waktu 2-5 hari tergantung tujuan. Setelah tugas negara selesai dan aman terkendali, waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk menikmati destinasi wisata kota tujuan. Mumpung akomodasi dan tiket pesawatnya gratisan. Tujuan perjalanan dinas kali ini adalah kota Surabaya-Malang. Di waktu yang tersisa
saya bersama rombongan bapak-bapak dan ibu-ibu (merasa paling muda yek) menuju Kota Batu di Malang. Kata bapak supir mobil yang kami tumpangi, dulunya kota batu atau sekarang dikenal kota Wisata Batu adalah sebuah kecamatan. Dikarenakan aktifitas yang cukup tinggi sekarang kota Batu berdiri sendiri menjadi sebuah kotamadaya. Di kota ini destinasi wisata yang sempat kami kunjungi adalah Museum Angkut. Yang saya ketahui sebelumnya, Museum Angkut ini adala museum trasportasi terbesar di Asia Tengara.Akhir-akhir ini tempat wisata di daerah pegunungan lagi populer, seperti sepeda di atas tali, ayunan ketapel, rumah pohon di atas ketinggian, flying fox dan sebagainya. Di berbagai kota yang yang memiliki dataran cukup tinggi pasti ada jenis wisata seperti ini. istilah sekarang tempat wisata jaman now. Berbeda dengan wisata satu ini. Mendengar kata museum saja pasti di pikiran sebagian besar orang adalah tempat yang mebosankan. Tapi tidak untuk museum angkut. Walaupun lokasinya berada Kota Wisata Batu yang merupakan dataran tinggi, sangat berbeda jauh dengan wisata yang lagi kekinian. Untuk masuk di Museum yang bernama lengkap Museum Angkut Movie Star Studio kita diwajibkan membayar tiket seharga Rp 60.000,- saat weekdays, Rp 100.000,- pada saat weekend. Tiketnya berupa gelang kertas seperti tiket konser. Tiketnya jangan sampai robek karena di dalam museum nanti akan ada beberapa spot yang untuk dapat menikmatinya kita harus memperlihatkan gelang kertas tersebut. Jika bawa handycam atau kamera pocket/DSLR/polaroid akan dikenakan tiket tambahan seharga Rp30.000,00. Jam operasionalnya mulai pukul 12.00 WIB sampai 20.00WIB. kalau mau puas menikmati seluruh isi museum, kita harus menyiapakan waktu lebih dari 2 jam. karena museum ini terbagi dari beberapa zona. Luas nya saja mencapai 3,7 hektar. Karena waktu yang terbatas (risiko kalo gratisan) ada beberapa spot yang tidak sempat saya kunjungi. Apalagi saya menghabiskan waktu cukup lama di Zona Hall Utama, tempat pertama yang akan kita masuki setelah loket tiket. sempat juga terlintas di benak saya “bayar seratus ribu gini doang?”. Karena mental ogah rugi, saya singgah semua jenis kendaraan dan patung2 di hall utama dan maksa baca semua keterangan di diorama. Setelah berkeliling saya menemukan tanda bertuliskan Rute Selanjutnya. Ternyata masih banyak spot-spot lainnya 9tepok jidat jenong). Bermodalkan ingatan yang sudah menua ini, berikut saya coba menjelaskan zona-zona yang ada di museum angkut.

di depan pintu masuk museum

Zona Hall Utama.Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, Zona Hall Utama adalah tempat pertama yang kita masuki setelah tiket kita di cek sama petugas. Disini kita bisa melihat koleksi transportasi dari berbagai negara dan dari beberapa masa. bahakan ada si bumblebee member Autobots di film Transformer. hihihi. Sayangnya disini rata-rata yang dipamerkan tidak bebas disentuh. ada tali pembatas di hampir seluruh item pameran.


suasana di Hall Utama

Zona Edukasi. Naik di lantai 2 Hall Utama, kita akan menjumpai jenis angkutan dari masa lampau seperti gerobak dorong, gerobak sapi dan becak. Dibeberapa spot kita bisa berfoto yang hasilnya seperti nyata ala museum 3D asal sudut pengambilannya tepat.


Zona Flight Training. Di lantai 3 sepertinya merupakan surga untuk anak-anak. Apalagi yang cita-citanya mau jadi pilot. Kita bisa merasakan jadi pilot karena terdapat ruang cockpit pesawat yang memiliki alat simulasi penerbangan. Supaya lebih total kita bisa sewa baju pilot, cukup bayar 10 ribu perak. Selain itu ada juga pesawat kepresidenan. Untuk bisa masuk ke pesawat, pengunjung wajib memperlihatkan gelang tiket dan akan di beri tanda seperti paraf sama si mbak penjaga pintunya. Di dalam pesawat kita bisa melihat interior pesawat yang di tumpangi bapak presiden. Karena salah satu teman saya tidak tahan kalo liat mbak2 pramugrari cantik, maka berkhirlah kita dengan selfie bersama mbak pramugari dan patung bapak B.J. Habibie.


Zona Sunda Kelapa & Batavia. Suasana di zona ini mengambil setting kota Jakarta Tempo Doloe. angkutan khas kota jakarta seperti bajai atau bemo ada disini. nuansanya ala chinatown.


Zona Gangster Town & Broadway Street. Di sini dipamerkan mobil-mobil yang biasanya diapakai dalam syuting film Hollywood. Entah kenapa rasanya semua mobil berukuran lebih besar dari seperti biasanya. Awalnya kita akan disuguhkan setting penjara ala hollywood dengan patung-patung lilin penghuni lapas dengan seragam oranye dan mobil-mobil hartop. Setelah masuklah kita di kawasan broadway. Rasanya seperti di New York.



Zona Eropa dan Zona Istana Buckingham. Memasuki zona ini kita akan merasakan suasana kerajaan Inggris. Mobil kenegaraan negara Inggris Raya ada di disi. Ada juga kereta kuda yang biasa kita lihat di televisi kalau ada arak-arakan keluarga kerajaan. Walaupun KW kita bisa naik di atas kereta sambil berfota. Ada juga patung Ratu Elizabeth yang sedang duduk di kursi tahtanya. Disampingya ada kursi kosong buat yang mau foto sama ibu ratu.

Zona Las Vegas. Kalau disini lain lagi. Suasananya ala kasino yang biasa ada di film Hollywood. Tapi bukan yang difilm Dono ya.. hahaha. Disini saya bersama gerombolan anak muda polos dan lugu berfoto ala bar pinggiran. Dikasih judul "Sang Pemabuk" hihihi. Botolnya kosong yah.. Cuma sebagai properti saja.


Di akhir petualangan berbagai zona di dalam museum, kita akan disuguhkan dengan sang masterpiece mobil Hammer terpanjang dan mobil sang superhero Batman yang terpampang nyata cetar badai. Pengunjung bisa bebas naik di mobil bang Bruce Wayne sambil selfie2 ria. Untuk keluar dari museum kita akan melewati pintu keluar berupa gerbong kereta yang bergoyang-goyang saat kita jalan. Setelah keluar dari museum, zona terakhir adalah Pasar Apung. Disinilah kita bisa membeli cenderamata khas Kota batu. ada berupa makanan, baju kaos dan kerajinan setempat. Kita bisa juga naik perahu keliling kolam mengitari pasar apung. Cukup duduk manis saja diatas perahu soalnya sudah ada mas-mas dengan pakaian tradisional yang dayung. Rasanya bangga juga ada tempat wisata seperti Museum Angkut yang dikelola dengan sangat kreatif.



Tips : Sediakan porsi waktu lebih kalau ke museum angkut supaya menikmati semua zona

Featured Post

Trip : Seoul, Korea Selatan – Part 1

Beberapa tahun belakangan ini apapun menyangkut Korea Selatan amat sangat di gandrungi. Pokoknya semua diawalai dengan huruf K, mulai da...